lupa adalah lampu padam pelita, saat pinggang ibu sakit,
kau
membuatkannya pindang inggit-inggit.
puluhan tahun lalu, saat keluargamu mendekam di sempit rumah kayu,
masak
dengan kayu haloban, dan makan jamur kayu.
kini kau menikahi kota,
menghias diri dengan lampu jalanan,
tidur di bawah spotify.
ibumu tua dan berbau abu.
menelponmu dengan dering ragu-ragu,
percakapan hampir layu, dan tangis demikian sedu.
kau tahu, kau bukan lupa pada ibu, tapi lupa pada dirimu,
kayu bercabang kemiskinan, kini pohon berbuah sombong..
hanya Iblis yang tak pernah kau lupa.
Kubang Raya, Juni MMXXV
Biodata Penulis:
Muhammad Asqalani eNeSTe. Kelahiran Paringgonan, 25 Mei 1988. Merupakan alumnus Pendidikan Bahasa Inggris - Universitas Islam Riau (UIR). Mengajar English Acquisition di TK Islam Annur Bastari. Menulis puisi sejak 2006. Puisi-puisinya terangkum di berbagai media dan memenangkan sejumlah lomba. Ia merupakan Pemenang II Duta Baca Riau 2018. Pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cahaya Rumah. Pendiri Community Pena Terbang (COMPETER). Ia mengikuti Residensi Seniman Riau 2023 & 2024. Salah satu Emerging di Balige Writers Festival (BWF) 2023. Mengikuti Temu Karya Serumpun - Sastra Timur Jawa, Jember 2025. Adalah Laskar Rempah RI melalui Muhibbah Budaya Jalur Rempah 2024. Buku puisinya Ikan-ikan Kebaikan Terbang dari Sungai ke Langit Lengang, memenangkan lomba buku internasional melalui Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 20240). Buku puisinya yang akan terbit abu bakaran ladang (Penerbit Lumpur, 2026) Ia pernah liburan gratis ke Singapura karena satu puisi dan membacakan puisinya di Nasional University of Singapore 2019. Kini ia menjadi pembicara atau motivator yang diundang ke berbagai sekolah dan helat sastra, baik di Riau maupun nasional. IG: @muhammadasqalanie.

