Oleh Isnadi
Menyelinap
dari perangkap jeruji bunyi,
hurup,
suku kata, kata.
Kau berusaha merangkak. keluar dari bahasa.
Mereka seperti sihir air tumpah ruah
meluberi lantai rumah.
Kamar tidur tempat bercinta pun
banjir dan tergenang
Seringkali mereka menjelma sulur
yang merambah diam diam di hutan
ketika kau ingin pulang ke kamar
Membaca riwayat ranjang, asbak dan keheningan.
Kau ingin punya pisau, memutus kelindan sulur sulur
yang
menutup arah jalan dan mata angin di kamar.
Bersama abad abad, kau berjalan terus ke depan
untuk tiba di samping dan belakang
Kau ucap awan untuk merayakan gugur daun
kau ucap awan untuk menyambut bangkai ulat.
Tapi kupu kupu tak pernah terbang di hutan
yang
kau bayangkan bersama hujan
Bahkan biji biji klampis melebatkan duri kata
Ketika ingin kau tangkap burung rahasia
di dahannya
Gegas
kaki bahasa
terus berlintasan menikam pintu dan jendela
dengan
senyum dan tawa berkepanjangan
Di luar, seseorang telah memakaikan sepatu di kaki bahasa.
Seseorang
menyemprotkan parfum di ketiak dan kelamin bahasa.
Bergegas
memelukmu, memijahkan benih air dan sulur sulur baru
Di
kamarmu
Bionarasi Penulis:
Isnadi
Lahir di Nganjuk, 10 Juni 1971
Novelis
dan Penerjemah
Puisi diterbitkan di
borobudurwriters.id, erakini.id,
litera.co.id, titian.id, Penakota dan sejumlah media lain.
Buku kumpulan puisi
Risalah
Tubuh di Ladang Kemarau (2019), Tarian Laut (2021), Luka Manakara (2022) .
Menerjemahkan novel Sula karya Toni Morison
(Majalah Kidung), Galilo
and The Magic Number karya Sidney Rosen,
Alice Adventures Underground karya Lewis Carrol.
Buku
Terjemahan Petualangan Alice di Negeri
Ajaib dan di Dunia Cermin diterbitkan Penerbit Kakatua Yogyakarta tahun
2020 dan 2022
Sehari
hari bekerja sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq
Jember
