pernah kucoba menjadi nabi
bagi kesunyian dan kesendirianku.
sebuah kitab kutulis
dari riuh pasar,
derit pintu warung,
teriakan anak kecil
yang
minta jajan,
gosip ibu-ibu tetangga,
dan klakson truk
yang
merasa dirinya
lebih
penting dari doa.
pada lembar pertama:
keyakinan
adalah auman singa
yang menggetarkan hutan gelap
sebelum kututup sampul kitab itu
sebuah kursi bergoyang pelan
di
depanku, lalu berkata:
pesan
itu untuk siapa?
“bukan untuk siapa-siapa,”
jawabku.
karena itu bukanlah sebuah pesan,
melainkan sekadar gema
yang mencari dinding
atau apa saja,
untuk memantul.
Madura, 2026
Bionarasi penulis:
Ali Ibnu Anwar, dilahirkan di Jember 04 Mei 1986. Alumnus Pond. Pest. Al-Amien Prenduan. Sempat mengajar (pengabdian) Bahasa dan Sastra Indonesia di Almamaternya. Selain juga tercatat sebagai Pembina Sanggar Sastra Al-Amien (SSA) dan Sanggar Sastra Remaja Indonesia (SSRI) yang bekerjasama dengan Horison, berserta teman-temannya dan penanggungjawab Majalah Santri QALAM. Karya-karyanya seringkali dipublikasikan di Majalah Sastra Horison, MPA, Jawapos, Media Pangesto dan beberapa media lokal lainnya. Karyanya juga terkumpul dalam antologi bersama seperti “At-he-is” (Pustaka SSA, 2003) dan antologi puisi “O.De” (Pustaka SSA, 2003), “Yasin” (Balai Bahasa Surabaya, 2005), dan “Kepada Mereka yang Katanya Dekat Dengan Tuhan” (antologi puisi Sastrawan Mutahir Jawa Timur, DKJT dan Balai Bahasa, 2007). “Reuni” (Pustaka Al-Amien, 2006) adalah antologi puisi tunggalnya. Pernah meraih juara 3 Lomba Cipta Puisi se-Jawa Timur (2004) tingkat SMA/sederajat yang diselenggarakan oleh Dewan Kebudayaan dan Pariwisata Pamekasan. Juga sebagai Juara 1 Lomba Cipta Puisi se-Jawa Timur (2005) yang diadakan oleh Balai Bahasa Surabaya. Kini tinggal di Jakarta dan belajar di Universitas Indraprasta Jakarta.

